Tips Ahli Pengobatan Asma

20 September 2016 zhenqi 0 Comments

TIPS AHLI PENGOBATAN ASMA

 

Asma dapat didiagnosa oleh dokter ahli  dengan melihat riwayat pola gejala yang dialami. Dengan menganalisa jenis sesak dan mengi yang bervariasi pada pasien, faktor pencetus asma seperti alergi dan melihat faktor genetic atau keturunan.berikut adalah cara pengobatan asma.

 

Selanjutnya diagnosa dilakukan dengan melihat adanya hambatan jalan napas yang bervariasi dengan uji fungsi paru menggunakan spirometri dan peak flow meter. Kemudian pasien diberikan obat yang mengandung bronkodilator (pelega) dan kortikosteroid (pengontrol).

 

Setelah itu dibuktikan dengan peningkatan fungsi pada uji bronkodilator untuk dilihat perbandingan fungsi paru sebelum dan sesudah mengonsumsi obat.

 

Untuk memberikan terapi yang tepat pada penderita asma, terapi dapat diberikan melalui penggunaan obat pengontrol dan pelega. Obat kontrolel efektif untuk mencegah timbulnya serangan asma sehingga tetap dalam keadaan terkontrol.

 

Sedangkan obat reliever efektif pada saat terjadi serangan asma. Obat ini bekerja dengan cepat dalam melebarkan saluran napas saat asma terjadi dan menghilangkan sesak napas.

 

Penderita asma juga dianjurkan untuk memonitor asma dengan menggunakan catatan harian. Pasien dapat mencatat keadaan jalan napas pada pagi dan malam hari serta jumlah kebutuhan obat setiap hari. Catatan ini dapat dibawa ketika berkonsultasi sehingga walaupun serangan asma tidak terjadi, dokter dapat mendiagnosa lebih lanjut.

 

Tatalaksana yang tepat harus diketahui secara benar untuk mencapai tujuan. Komunikasi yang baik antara dokter dengan pasien sangat dibutuhkan. Dokter harus mengedukasi pasien tentang apa itu asma dan bagaimana penanganan yang tepat. Sehingga dapat mengurangi paparan faktor risiko yang dapat menjadi pemicu timbulnya asma.

 

Hal penting yang harus diperhatikan dalam penanganan asma adalah dengan memerhatikan kondisi tertentu seperti pada kehamilan, tindakan bedah, asma yang terjadi akibat infeksi saluran napas dan akibat kerja.

 

Ada dua faktor yang menyebabkan terapi asma tidak memuaskan. Faktor pertama adalah penggunaan obat, di antaranya kesulitan menggunakan inhaler, jumlah obat yang terlalu banyak untuk dikonsumsi, perasaan takut terhadap efek samping obat, mahalnya obat dan lain-lain.

 

Faktor kedua adalah faktor di luar obat, yaitu kurangnya informasi mengenai asma dan tata laksana terapinya. Pasien seringkali menganggap remeh keparahan penyakit yang terjadi dan kurangnya komunikasi dengan dokter.

Leave a Reply:

Your email address will not be published. Required fields are marked *